Oleh : Muda Mawardi Banurea
Dari sisi pencatatan, terutama dalam buku-buku sejarah tidak banyak tokoh-tokoh putera terbaik Pakpak yang ditemukan. Pengorbanan dalam keikutsertaan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia menjadi seperti terabaikan dalam konteks dokumentasi dalam bentuk tulis. Tokoh-tokoh yang coba dipaparkan ini dikutip dari catatan Adniel Lumbantobing, dalam buku Sisingamangaraja I-XII Cetakan Keenam tanpa penerbit yang dikeluarkan pada Mei 1953.
Sisingamangaraja berada atau masuk ketanoh Pakpak sekitar Tahun 1894, setelah banyak daerah di keresidenan Tapanuli dikuasai oleh Belanda.

