Serumpun Blog

Warta Berita Serumpun http://serumpunkita.blogspot.com

Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

Sobat Serumpun

chat box

Tampilkan postingan dengan label tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tokoh. Tampilkan semua postingan

TOKOH PEJUANG PAKPAK YANG TERCATAT PADA MASA SISINGAMANGARAJA DI TANOH PAKPAK

Oleh : Muda Mawardi Banurea 

Dari sisi pencatatan, terutama dalam buku-buku sejarah tidak banyak tokoh-tokoh putera terbaik Pakpak yang ditemukan. Pengorbanan dalam keikutsertaan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia menjadi seperti terabaikan dalam konteks dokumentasi dalam bentuk tulis. Tokoh-tokoh yang coba dipaparkan ini dikutip dari catatan Adniel Lumbantobing, dalam buku Sisingamangaraja I-XII Cetakan Keenam tanpa penerbit yang dikeluarkan pada Mei 1953. Sisingamangaraja berada atau masuk ketanoh Pakpak sekitar Tahun 1894, setelah banyak daerah di keresidenan Tapanuli dikuasai oleh Belanda.

Sejarah Suku Pakpak

Asal etnis suku pakpak pertama kali adalah Kuta Pinagar (Kecamatan Salak) keturunan dari si KADA dengan isterinya LONA. Kemudian lahir anaknya bernama si HIANG dengan turunannya 7 (tujuh) orang yaitu si HAJI (Banua Harhar) si RAJA PAKO (Sicike-cike, PUBADA (Aceh Singkil), RANGGARJODI (Buku Tinambunan), MBELLO (Silaan Rumerah), Sanggir (Kelasen/Taput) dan BATA (tidak diketahui kemana perginya).

Jumlah etnis Pakpak sekarang ini baik yang bertempat tinggal di Pakpak maupun di luar Pakpak lebih kurang 500.000 orang. Adapun dari masing-masing tersebut diatas adalah sbb:
a. Si Haji dengan keturunannya bermaga Padang, Brutu dan Solin.
b. Si Raja Pako tempat di Sicike-cike dengan keturunannya Marga Ujung Angkat, Bintang Capah, Sinamo, Kudadiri dan Gajah Manik (Si Pitu Marga)
c. Pubada dengan keturunannya Manik, Beringin, Tendang, Bunurea, Gajah, Siberasa.
d. Ranggar djodi
e. Mbello (Perbaju bigo) Menurut kisah telah tenggelam oleh suatu peristiwa.
f. SANGGIR dengan keturunannya Tumangger, Tinambunan, Anakampun, Meka, Mungkur, Pasi, Pinayungen.